This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 29 Maret 2014

Peta Nganjuk


Lambang Logo Nganjuk

Lambang Daerah terdiri atas 4 bagian, yaitu : 
a. Dasar Lambang
b. Bagian atas, berisi gambar bintang bersudut 5
c. Bagian tengah dan samping berisi gambar-gambar sebagai berikut :
* Pita bertuliskan BASWARA YUDHIA KARANA
* Rantai berbentuk lingkaran
* Gunung dan air terjun
* Sawah dan sungai
* Padi dan kapas
* Pohon beringin dalam segilima beraturan
* Sayap
d. Bagian bawah berisi :
Pita bertuliskan angka JAWA
Pita bertuliskan NGANJUK

Makna Gambar dalam Lambang Kabupaten Nganjuk
# Perisai bersudut lima berdasar biru dan bertepi putih melambangkan jiwa kerakyatan, kesetiaan dan kesucian masyarakat Nganjukyang selalu siaga dalam menghadapi segala tantangan.
# Bintang bersudut lima berwarna emas melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa, cita-cita luhur dan suci sebagai pedoman perjuangan untuk mewujudkan cita-cita masyarakat adil dan makmur.
BASWARA YUDHIA KARANA artinya cemerlang karena perjuangan.
# Rantai berbentuk lingkaran melambangkan kebulatan tekad rakyat Nganjuk, yang dilandasi semangat perjuangan dan persatuan.
# Tiga puncak gunung berwarna hitam memiliki arti filosofis Tri Dharma Amerta dan secara historis menunjukkan Jaman Kejayaan Nasional, Jaman Penjajahan dan Jaman Kemerdekaan.
# Gunung, malambangkan sumber kekayaan alam air terjun sedudo adalah air suci pemberian Tuhan Yang Maha Esa, yang merupakan rahmat untuk dinikmati oleh umat-Nya.
# Sawah mengandung makna kemakmuran, dan sungai juga bermakna kemakmuran dan kesuburan.
# Gunung berpuncak tiga, sawah dan sungai digambarkan dalam rantai yang berbentuk lingkaran, itu mempunyai makna : Dengan tekad yang bulat dan kekayaan alam yang melimpah memberikan keyakinan kepada masyarakat Nganjuk untuk berjuang mewujudkan tercapainya masyarakat adil dan makmur.
# Padi dan kapas melambangkan pangan dan sandang yang menjadi kebutuhan pokok rakyat sehari-hari.
# Jumlah padi 17 butir, kapas 8 buah, daun padi 4 helai, daun kapas 5 helai mencerminkan semangat dan jiwa proklamasi 17-8-45.
# Pohon beringin berdaun lima kelompok dalam segi lima beraturan bermakna : pengayoman, perlindungan dan perdamaian, serta juga menggambarkan adanya lima wilayah kerja pembantu bupati.
# Sayap dengan 20 helai bulu berwarna emas melambangkan wilayah daerah terdiri dari 20 kecamatan.
# Pita bertuliska angka Jawa yang mengikat dua pangkal sayap mewujudkan angka 937 M, yang merupakan ditetapkannya tahun hari jadi Nganjuk.
Secara keseluruhan, lambang daerah ini mengandung makna sebagai berikut :
Dengan semangat dan jiwa proklamasi 17-8-45 rakyat Nganjuk yang telah tumbuh dan berkembang sejak tahun 937 M, bersama Pemerintah Daerah yang berwibawa bertekat bulat untuk berjuang terus dengan segala potensi daerahnya, sehingga tercapai cita-cita luhur, masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Sejarah Nganjuk

COLLECTIE TROPENMUSEUM ,
Gapura masuk kab nganjuk tahun 1935
Nganjuk dahulunya bernama Anjuk Ladang yang dalam bahasa Jawa Kuna berarti Tanah Kemenangan. Dibangun pada tahun 859 Caka atau 937 Masehi. 

Berdasarkan peta Jawa Tengah dan Jawa Timur pada permulaan tahun 1811 yang terdapat dalam buku tulisan Peter Carey yang berjudul : ”Orang Jawa dan masyarakat Cina (1755-1825)”, penerbit Pustaka Azet, Jakarta, 1986; diperoleh gambaran yang agak jelas tentang daerah Nganjuk. Apabila dicermati peta tersebut ternyata daerah Nganjuk terbagi dalam 4 daerah yaitu Berbek, Godean, Nganjuk dan Kertosono merupakan daerah yang dikuasai Belanda dan kasultanan Yogyakarta, sedangkan daerah Nganjuk merupakan mancanegara kasunanan Surakarta. Sejak adanya Perjanjian Sepreh 1830, atau tepatnya tanggal 4 juli 1830, maka semua kabupaten di Nganjuk (Berbek, Kertosono dan Nganjuk ) tunduk dibawah kekuasaan dan pengawasan Nederlandsch Gouverment. Alur sejarah Kabupaten Nganjuk adalah berangkat dari keberadaan kabupaten Berbek dibawah kepemimpinan Raden Toemenggoeng Sosrokoesoemo 1. Dimana tahun 1880 adalah tahun suatu kejadian yang diperingati yaitu mulainya kedudukan ibukota Kabupaten Berbek pindah ke Kabupaten Nganjuk.

Dalam Statsblad van Nederlansch Indie No.107, dikeluarkan tanggal 4 Juni 1885, memuat SK Gubernur Jendral dari Nederlandsch Indie tanggal 30 Mei 1885 No 4/C tentang batas-batas Ibukota Toeloeng Ahoeng, Trenggalek, Ngandjoek dan Kertosono, antara lain disebutkan: III tot hoafdplaats Ngandjoek, afdeling Berbek, de navalgende Wijken en kampongs : de Chineeshe Wijk de kampong Mangoendikaran de kampong Pajaman de kampong Kaoeman. Dengan ditetapkannya Kota Nganjuk yang meliputi kampung dan desa tersebut di atas menjadi ibukota Kabupaten Nganjuk, maka secara resmi pusat pemerintahan Kabupaten Berbek berkedudukan di Nganjuk.

Kediaman bupati Nganjuk antara tahun 1860 dan 1900


Klinik pabrik gula Nganjuk tahun 1920

Sekilas Nganjuk

Kabupaten Nganjuk
Nganjuk.gif
Lambang Kabupaten Nganjuk
Moto: Baswara Yudhia Karana (cemerlang karena perjuangan)
Locator kabupaten nganjuk.png
Peta lokasi Kabupaten Nganjuk
Koordinat: terletak antara 11105' sampai dengan 112013' BT dan 7020' sampai dengan 7059' LS

Provinsi
Jawa Timur
Dasar hukum
-
Tanggal
-
Ibu kota
Nganjuk
Pemerintahan
 - Bupati
Drs. H. Taufiqurrahman
 - DAU
Rp. 928.265.611.000.-(2013)
Luas
1.182,64 km2
Populasi
 - Total
1,017,030 jiwa (2010)
 - Kepadatan
0 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon
0358
Pembagian administratif
 - Kecamatan
20
 - Kelurahan
284
 - Situs web
http://www.nganjukkab.go.id/



Kabupaten Nganjuk adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia dengan ibukotanya di Nganjuk. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro di utara, Kabupaten Jombang di timur, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Ponorogo di selatan, serta Kabupaten Madiun di barat. Nganjuk juga dikenal dengan julukan Kota Angin.

Geografi 

Kabupaten Nganjuk terletak antara 11105' sampai dengan 112013' BT dan 7020' sampai dengan 7059' LS. Luas Kabupaten Nganjuk adalah sekitar ± 122.433 Km2 atau 122.433 Ha yang terdiri dari atas:
  •     Tanah sawah 43.052.5 Ha
  •     Tanah kering 32.373.6 Ha
  •     Tanah hutan 47.007.0 Ha
Dengan wilayah yang terletak di dataran rendah dan pegunungan, Kabupaten Nganjuk memiliki kondisi dan struktur tanah yang cukup produktif untuk berbagai jenis tanaman, baik tanaman pangan maupun tanaman perkebunan sehingga sangat menunjang pertumbuhan ekonomi dibidang pertanian. Kondisi dan struktur tanah yang produktif ini sekaligus ditunjang adanya sungai Widas yang mengalir sepanjang 69,332 km dan mengairi daerah seluas 3.236 Ha, dan sungai Brantas yang mampu mengairi sawah seluas 12.705 Ha.

Jumlah curah hujan per bulan selama 2002 terbesar terjadi pada bulan Januari yaitu 7.416 mm dengan rata-rata 436 mm. Sedangkan terkecil terjadi pada bulan November dengan jumlah curah hujan 600 mm dengan rata-rata 50mm. Pada bulan Juni sampai dengan bulan Oktober tidak terjadi hujan sama sekali.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Nganjuk 

Jumat, 28 Maret 2014

Jalan Desa Nyaris Putus, Akses Dua Kecamatan Terganggu



HALONGANJUK.COM - Kondisi jalan beraspal di Desa Ketawang, Kecamatan Gondang rusak parah. Kondisi jalan anjlok sedalam 0,70 meter, lebar sekitar tiga meter serta panjang sekitar 100 meter. Sehingga, lebar badan jalan semula lima meter, kini tersisa sekitar dua meter. Karuan saja, semua kendaraan roda empat, termasuk truk tidak berani melintas akses jalan terpendek satu-satunya, yang menghubungkan antara Kecamatan Gondang dengan Tanjunganom tersebut. Untuk menuju desa sebelahnya, terpaksa kendaraan roda empat harus melewati jalan kampung.

"Yang berani lewat hanya kendaraan roda dua," jelas Junaidi, (43) warga desa setempat.
Menurut Junaidi, sebenarnya kerusakan sudah mulai terlihat sejak tahun 2013 lalu. Hanya saja, saat itu, kondisinya belum seberapa. Bila tahun lalu, baru terlihat retak-retak dan miring, sekarang sudah anjlok dan membahayakan pengguna jalan. Pada malam hari, dikawatirkan bagi pengguna jalan yang tidak mengerti bila jalan antara Desa Ngujung dengan Desa Karangsemi tersebut rusak, dapat menyebabkan mereka terperosok. Lebih-lebih, penerangan jalan di sekitar lokasi begitu gelap, sehingga pengguna jalan harus berhati-hati.
"Makanya oleh warga diberi tanda pengaman berupa drum, biar pengguna jalan tahu kalau jalannya rusak," ujar pria yang mengaku setiap hari selalu melewati jalan itu ketika hendak pergi ke Pasar Gondang.
Awalnya, lanjut Junaidi, kerusakan bahu jalan dipicu hujan deras yang turun sekitar akhir 2013 lalu. Pasalnya, pada sisi barat jalan terdapat sungai yang mengalir menuju bahu jalan yang tidak dilengkapi dengan penahan badan jalan atau bronjong. Padahal, saat hujan turun, kondisi air sungai mengalir deras dan airnya menghantam bahu jalan. Untuk itu, air mudah menggerus bangunan jalan hingga menyebabkan kerusakan.
"Kalau ada penahan badan jalan tidak sampai rusak parah," jelasnya.
Lebih-lebih, setelah menghantam bahu jalan, air sungai belok ke selatan, berhimpitan dengan sepanjang jalan, menyebabkan kondisi jalan labil. Menurut Junaidi, sebenarnya pada sisi selatan jalan yang anjok tersebut sudah dilakukan perbaikan. Hanya saja, pekerjaan pengaman jalan tersebut berhasil sia-sia, pasalnya setelah selesai dibangun, kembali ambrol dan merembet ke bangunan sebelahnya.
"Mungkin tidak terlalu bagus kualitas bangunannya, setelah dibangun malah rusak," sambung Junaidi.
Terpisah, anggota LSM MP3 Ngsanjuk, Cahyo Basuki menyampaikan, kerusakan jalan Desa Ketawang, Kecamatan Gondang tersebut dapat dikatagorikan faktor bencana alam. Sehingga pemerintah daerah harus segera tanggap dengan mengalokasikan anggaran khusus. Pasalnya, apabila tidak segera diperbaiki, akan merembet ke bagian lainnya hingga dapat menyebabkan akses jalan putus total. Menurut Cahyo, jalan yang menghubungkan dua kecamatan, yakni Kecamatan Gondang dengan Tanjunganom tersebut adalah vital.
"Akses jalan terpendek ya hanya jalan itu," jelas Cahyo Basuki.
Selain itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nganjuk segera mengusahakan rambu-rambu, terutama bagi pengguna jalan di malam hari. Sedangkan, dari polisi lalu-lintas segera mengalihkan jalur ke jalan kampung.
"Jika terjadi kerusakan jalan kampung biar menjadi tanggung jawab pemerintah daerah," ujar pria yang serius memperjuangkan masalah layanan publik itu.
Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk, Soekonjono mengaku belum menerima laporan adanya kerusakan jalan Desa Ketawang akibat faktor bencana alam dari Dinas PU Bina Marga. Selain memang, kerusakan jalan tersebut tidak memenuhi unsur bencana, pihak BPBD sendiri tidak mungkin menyatakan bahwa kerusakan jalan tersebut karena faktor bencana alam. Terlebih lagi, pemerintah daerah sudah pernah menganggarkan untuk pembangunan plensengan dan mengalami kerusakan lagi setelah selesai dibangun.
"Berarti terjadi kesalahan dalam merencanakan," jelas Soekonjono. (skd)

Sumber : AnjukZOne.COm

Disperta Nganjuk Terancam Gagal Serap Anggaran



HALONGANJUK.COM - Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Nganjuk adalah salah satu dinas yang belum mengumumkan rencana umum pengadaan (RUP) barang dan jasa. Sesuai peraturan pengadaan barang dan jasa, pengumuman RUP seharusnya merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui sebelum proses lelang pengadaan dilaksanakan. Tidak mengumumkan RUP sama halnya tidak bisa mengadakan pengadaan barang dan jasa. Dengan demikian, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di awal tahun 2014 ini gagal terserap. 

Konsekuensinya, proses pembangunan di Nganjuk terhambat. Sedangkan, apabila pada semester pertama tahun ini, sampai terjadi anggaran tidak terserap, maka kesempatan penyerapan anggaran terpaksa dialokasikan pada semester kedua pada APBD perubahan tahun 2014. Tak heran, bila durasi waktu pengerjaan berhimpitan dengan akhir tahun anggaran, sehingga banyak pekerjaan yang tidak tuntas hingga masa kontrak habis alias molor.

Sekretaris Disperta Kabupaten Nganjuk, Yudhi Gunarko menjelaskan, sebenarnya RUP di dinasnya sudah selesai dibuat dan diserahkan ke unit layanan pengadaan (ULP). Hanya saja, hingga sekarang RUP yang ditunggu-tunggu belum juga diumumkan. Menurut Yudhi, keterlambatan pengumuman RUP di dinasnya disebabkan sistem informasi yang harus diunggah melalui ULP satu per satu.

"Jadi butuh waktu lama, karena memasukkan ke ULP tidak bisa serentak," jelas Yudhi.
Sistem pengadaan barang dan jasa sekarang ini, lanjut Yudhi, berbeda dengan sistem yang dikembangkan di tahun-tahun sebelumnya. Penyerahan RUP ke ULP hanya berupa dokumen dalam bentuk word, exel atau pun pdf. Disebutkan, mulai Rabu, (19/03/2014) lalu, proses mengunggah pemgumuman RUP Dinas Pertanian ke ULP sedang berjalan. "Sekarang ini, staf kami sedang mengunggah RUP ke ULP," tegasnya.
Informasi yang dihimpun Anjukzone.com, RUP di Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk sebanyak 260 paket pengadaan barang dan jasa. Rata-rata, besaran paket di bawah Rp 200 juta. Pengadaan di Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk ini, lebih banyak mengoptimalkan saluran irigasi area persawahan dan pembangunan jalan usaha tani. Optimalisasi saluran irigasi dengan membangun plengsengan saluran berdinding tanah, agar air tidak merembes. Sedangkan pembangunan jalan usaha tani adalah pembangunan jalan di area persawahan yang bisa di lalui kendaraan roda tiga ataupun gerobak.

Selain terjadi banyak satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) Kabupaten Nganjuk banyak yang belum 'melunasi' tanggungan untuk mengumumkan RUP, juga telah terjadi kendala pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Pasalnya, SIRUP merupakan sarana elektronik tempat mengumumkan RUP bagi semua SKPD, ngadat selama dua hari berturut-turut. Yakni mulai Selasa, (18/03) hingga Rabu siang, (19/03/2014). 

Hal ini menyebabkan proses mengunggah pengumuman RUP melalui media elektronik milik pemerintah tersebut terhambat. Kepala Sub Bagian Program dan Evaluasi, Dinas PU Binamarga Kabupaten Nganjuk, Hani menyampaikan, apabila terjadi kendala pada sistem informasi elektronik, tentu saja berdampak pada proses pengadaan barang dan jasa di setiap SKPD yang hingga sekarang belum berhasil mengumumkan RUP-nya.

"SKPD yang tidak mengumumkan RUP-nya, otomatis tidak bisa mengadakan proses pengadaan yang sudah dianggarkan dalam APBD tahun ini," jelas Hani.
Masalahnya, lanjut Hani, rencana penggunaan anggaran untuk semua dinas harus diumumkan. (redaksi)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More