Jumat, 28 Maret 2014

Disperta Nganjuk Terancam Gagal Serap Anggaran



HALONGANJUK.COM - Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Nganjuk adalah salah satu dinas yang belum mengumumkan rencana umum pengadaan (RUP) barang dan jasa. Sesuai peraturan pengadaan barang dan jasa, pengumuman RUP seharusnya merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui sebelum proses lelang pengadaan dilaksanakan. Tidak mengumumkan RUP sama halnya tidak bisa mengadakan pengadaan barang dan jasa. Dengan demikian, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di awal tahun 2014 ini gagal terserap. 

Konsekuensinya, proses pembangunan di Nganjuk terhambat. Sedangkan, apabila pada semester pertama tahun ini, sampai terjadi anggaran tidak terserap, maka kesempatan penyerapan anggaran terpaksa dialokasikan pada semester kedua pada APBD perubahan tahun 2014. Tak heran, bila durasi waktu pengerjaan berhimpitan dengan akhir tahun anggaran, sehingga banyak pekerjaan yang tidak tuntas hingga masa kontrak habis alias molor.

Sekretaris Disperta Kabupaten Nganjuk, Yudhi Gunarko menjelaskan, sebenarnya RUP di dinasnya sudah selesai dibuat dan diserahkan ke unit layanan pengadaan (ULP). Hanya saja, hingga sekarang RUP yang ditunggu-tunggu belum juga diumumkan. Menurut Yudhi, keterlambatan pengumuman RUP di dinasnya disebabkan sistem informasi yang harus diunggah melalui ULP satu per satu.

"Jadi butuh waktu lama, karena memasukkan ke ULP tidak bisa serentak," jelas Yudhi.
Sistem pengadaan barang dan jasa sekarang ini, lanjut Yudhi, berbeda dengan sistem yang dikembangkan di tahun-tahun sebelumnya. Penyerahan RUP ke ULP hanya berupa dokumen dalam bentuk word, exel atau pun pdf. Disebutkan, mulai Rabu, (19/03/2014) lalu, proses mengunggah pemgumuman RUP Dinas Pertanian ke ULP sedang berjalan. "Sekarang ini, staf kami sedang mengunggah RUP ke ULP," tegasnya.
Informasi yang dihimpun Anjukzone.com, RUP di Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk sebanyak 260 paket pengadaan barang dan jasa. Rata-rata, besaran paket di bawah Rp 200 juta. Pengadaan di Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk ini, lebih banyak mengoptimalkan saluran irigasi area persawahan dan pembangunan jalan usaha tani. Optimalisasi saluran irigasi dengan membangun plengsengan saluran berdinding tanah, agar air tidak merembes. Sedangkan pembangunan jalan usaha tani adalah pembangunan jalan di area persawahan yang bisa di lalui kendaraan roda tiga ataupun gerobak.

Selain terjadi banyak satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) Kabupaten Nganjuk banyak yang belum 'melunasi' tanggungan untuk mengumumkan RUP, juga telah terjadi kendala pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Pasalnya, SIRUP merupakan sarana elektronik tempat mengumumkan RUP bagi semua SKPD, ngadat selama dua hari berturut-turut. Yakni mulai Selasa, (18/03) hingga Rabu siang, (19/03/2014). 

Hal ini menyebabkan proses mengunggah pengumuman RUP melalui media elektronik milik pemerintah tersebut terhambat. Kepala Sub Bagian Program dan Evaluasi, Dinas PU Binamarga Kabupaten Nganjuk, Hani menyampaikan, apabila terjadi kendala pada sistem informasi elektronik, tentu saja berdampak pada proses pengadaan barang dan jasa di setiap SKPD yang hingga sekarang belum berhasil mengumumkan RUP-nya.

"SKPD yang tidak mengumumkan RUP-nya, otomatis tidak bisa mengadakan proses pengadaan yang sudah dianggarkan dalam APBD tahun ini," jelas Hani.
Masalahnya, lanjut Hani, rencana penggunaan anggaran untuk semua dinas harus diumumkan. (redaksi)

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More